Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Pergumulan

aku cemas... aku tidak menginginkan gelar, aku hanya ingin hidup sesuai rencana yang telah Tuhan tetapkan. Tapi, tidak dapat dipungkiri dalam mengikuti rencana Tuhan tidak terlepas dari rasa cemas,  takut tidak bisa menolong secara finansial untuk keluarga dan orang lain. Takut tidak bisa menyumbangkan pikiran bagi keluarga, masyarakat, gereja, dan organisasi lain. Jangan berambisi menjadi kaya Ratna... Jangan berambisi untuk menaklukan hati manusia Jangan berambisi memiliki kemewahan.... Matius 6:6-10 6. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 7. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-N...

Izinkan aku...

Izinkan aku menjadi penyanyi bagi setiap orang yang berkeluh kesah, izinkan aku menjadi sahabat bagi anak-anak kecil, anak broken home, anak-anak disabilitas, izinkan aku memiliki peran sebagai pendeta di keluarga besarku, izinkan aku menjadi brand ambasaddor kabar baik bagi teman-temanku, izinkan aku menjadi pengagas kebaikan alam dan lingkungan di setiap hari dan masa yang datang, izinkan aku menjadi pengrajin bagi orang-orang yang membutuhkan, izinkan aku menjadi motivator bagi orang yang merasa permasalahan, izinkan aku menjadi orang yang tidak ikut-ikutan menjadi orang lain agar bisa dihormati, izinkan aku menjadi pemberi bagi orang-orang yang berkekurangan (bukan mesti tunggu kaya dulu). Biarkanlah aku mendoakan tukang penjual koran, orang-orang yang tidak bisa berobat,  orang-orang yang kesulitan dalam menikmati pendidikan, orang-orang yang ditindas dalam pekerjaannya  sehari-hari, gojek, buruh lepas, petani, nelayan, tukang tambal ban, orang yang bekerja sebagai tukang...

Hal Yang Membuatku Gelisah

Hal yang membuatku gelisah ialah... ketika aku pergi ke Gereja yang disampaikan bukanlah murni kebenaran Firman Tuhan. Apa ia belum pernah mendengar istilah "eisegesis?" Aku jadi benar-benar mengerti sekarang membawakan kabar baik itu tanggung jawab yang besar, anggaplah audience (jemaat) yang mendengarkan kamu berbicara itu Tuhan sendiri! Dimana letak tanggung jawabmu dalam menyampaikan Firman Tuhan? Dimana letak tanggung jawabmu dalam memperdalam isi Alkitab? Dimana letak hatimu bagi jemaat yang berbeban berat? Dan satu lagi hal yang penting.... Apa yang kamu katakan janganlah tidak lebih baik dari tingkah lakumu. Itu yang membuat orang benci kekristenan padahal kekristenan itu merupakan falsafat yang paling indah dan berharga. Jangan kotori kekristenan dengan perkataanmu yang congkak, dengan nafsu duniawimu,  dengan harapan mencari keuntungan, dengan harapan dihormati orang, dengan harapan menunjukkan kalau saya lebih bertakwa dari kalian/kamu. Buang niat dan pikiran sampa...

"Pernakah Kalian?"

 Pernahkah kalian memikirkan....? Aku pernah berpikir "hidup ini apa...?" "Aku ini siapa...?" (Apalagi pas lama-lama bercermin, bengong pertanyaan ini sering muncul :D) "Kenapa aku ada?" "Apakah yang akan terjadi jika aku hanya diam saja?" "Apakah ada yang mengamati-amati hidupku?" "Apa benar hanya diri sendiri pengenal terbaik bagi diri sendiri?" "Bagaimana caranya agar tidak berambisi dan membandingkan kehidupan?" "Bagaimana caranya agar mencintai hidup dan tidak mengharapkan kemewahan dalam hidup?" Aku pernah membaca quotes dari ketua pemuda kami... "Tidak ada kehebatan di mana tidak ada kesederhanaan, kebaikan dan kebenaran..." "Apa yang ku prioritaskan selama ini?" "Mencintai uang, mencintai pujian tanpa tidak mau dikritik?" "Siapa yang bisa menjawab pertanyaanku semua ini?" "Siapa yang selalu bisa mengoreksiku dalam ketidaksadaran akan kesalahanku?" Ja...